SHARE :

Modernisasi Desa

Terbit : 14 Oktober 2018 / Kategori : / / Author : mizdhan
Modernisasi Desa

Desa merupakan bagian kecil organisasi pemerintahan yang menjadi perpanjangan tangan pemeritahan daerah dan pemerintah pusat. Desa dan kelurahan yang dikelola oleh kepala desa atau lurah yang merupakan pimpinan tertinggi pada umumnya memepunyai keahlian dan pengetahuan khusus dalam pemerintahan. Namun apakah didalam kemampuan dibidang ilmu pemerintahan tersebut juga didukung oleh kemampuan dalam mengelola secara baik kekayaan yang dimiliki oleh desa ataupun kelurahannya? Banyak desa yang mempunyai kekayaan yang melimpah, namun tidak dikelola dengan baik sehingga membuat masyarakat desa tidak mampu mandiri dan harus bergantung pada asupan kebutuhan dari daerah lain yang harusnya mampu dihasilkan sendiri.

Seperti yang terjadi di banyak desa saat ini. Pengelolaan yang biasa terjadi hanya pengelolaan yang bersifat tradisonal yang hanya mampu memberikan kualitas dan kuantitas yang tidak mampu bersaing dengan produk-produk yang berasal dari perkotaan ataupun produk yang berasal dari luar negeri yang telah diolah dengan baik dan dikemas dengan menarik sehinngga meningkatkan nilai ekonomis yang terdapat dalam produk tersebut. Seperti contoh pengelolaan produk sayuran dan buah. Banyak desa yang ada di Indonesia yang menjadi penghasil sayuran dan buah, namun tidak mampu menembus pasar yang lebih luas dan menjadi komuditas yang optimal sebagai penambah devisa bagi desa tersebut. Persaingan didalam dunia usaha saat ini semakin ketat dan banyak sekali bermunculan produk-produk sejenis namun berbagai model pengemasan dan bentuk yang lebih manarik sehingga mempunyai keunggulan tersendiri.

Seharusnya yang terjadi didunia usaha saat ini juga memancing kreativitas dari para pemimpin yang ada dikelurahan dan pedesaan untuk lebih memperhatikan kembali salah satu sumber kehidupan yang rata-rata banyak dipedesaan dan kelurahan. Hal ini tercantum didalam PERMENDAGRI NO 4 TH 2007 pasal 12 ayat 1 dan 2 yang berisi tentang pengoptimalan daya guna dan hasil guna kekayan desa serta menigkatkan pendapatan desa. Pemimpin yang kreatif akan mampu membaca peluang yang ada saat ini. Kegiatan tersebut dapat dilakukan dengan cara membentuk koperasi desa dan mengatur kembali anggaran dalam pengelolaan sumber daya alam di desa tersebut. Kepala desa dan juga lurah juga harus berani mengambil keputusan yang tepat demi tercapainya kesejahteraan bagi masyarakaat desa dan kemudian bisa berkembang dengan baik.Banyak rantai pasar yang kemudian akan hidup jika hal ini dilakukan dengan baik. Saat proses produksi awal dilakukan, dimulai dari penanaman, pemupukan, pemanenan dan pada akhirnya sampai ke proses akhir yaitu pengemasan, yang akan banyak sekali kegiatan bisnis yang menggunakan tenanga kerja lokal didalamnya. Dan apabila semua proses itu dilakukan didalam satu desa yang sama, maka juga akan berefek mengurangi pengangguran yang ada di desa tersebut.

Penganalisaan kekayaan desa seperti ini harus mampu dimiliki oleh setiap pimpinan tertinggi didesa dan kelurahan yang mempunyai kewenangan dalam mengolah hasil kekayaan desa dan kelurahan mereka sendiri. Jika ini mampu diterapkan, maka akan banyak sekali pendapatan yang akan diproleh serta juga secara otomatis juga membantu pemerintaah pusat dalam mengurangi pengangguran selain tujuan utamanya yaitu mensejahterakan desa dan masyakat yang ada didalamnya.

Hal ini juga tidak akan bisa terjadi jika semua aspek masyarakat yang ada tidak mau bekerja sama dan bergotong royong demi terwujudnya desa yangmampu memproduksi hasil yang modern sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan krativitas dunia bisnis yang menuntut skill para produsen. Jika wiraswasta yang berdiri sendiri saja mampu menerapkan hal ini, kenapa desa dan kelurahan yang notabennya mempunyai sumber daya alam dan SDM yang banyak namun tidak mampu menjadikan desa yang modern dari sisi dunia usaha yang akan menguntungkan bagi desa dan kelurahan mereka sendiri?

Berita Lainnya